Prodi Teknik Industri Tanda Tangan Implementation Arrangement (IA) dengan Clear Rivers

UNPATTI,- Rektor Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Pattimura dan Clear Rivers (the Netherlands) tentang “Pendidikan, Penyadaran dan Penelitian Pencegahan Pencemaran Plastik Masuk ke Laut dan Samudera di Pulau Ambon Tahun 2022. MoU tersebut berlangsung di Lantai 3 Rektorat Ruang Rapat Rektor Universitas Pattimura, Rabu (25 Mei 2022). Kedua pihak bersepakat untuk melakukan kerjasama dalam Bidang Pendidikan, Penyadartahuan dan Penelitian tentang polusi plastik.
Dalam MoU ini juga berlangsung penandatangan dokumen Implementation Arrangement Clear Rivers (Dokumen yang memuat rincian rencana implementasi kegiatan) bersama Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik, Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan juga Program Studi Ilmu kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Jantje Tjiptabudy, S.H, M.Hum., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Dr. Muspida, M.Si., Ketua International Office Dr. Wilma Latuny, S.T, M.Si, M.Phil, Ph.D, IPM., Ketua Progra, Studi Ilmu Kelautan, Dr. Ir. Domey Lowits Moniharapon, M.Si., Ketua Program Studi Teknik Industri, Danny B. Pailin, S.T, M.T., Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Dr. Merry Pattipeilohy, M.Pd., Muhammad G. Korebima., Sub Koordinator Kerjasama, Sub Koordinator Humas.
Rektor, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum dalam sambutan mengatakan MoU yang dilakukan saat ini sangatlah penting karena sampah yang ada di Kota Ambon merupakan salah satu wujud permasalahan yang sangat serius terutama di bagian Teluk Ambon. Selain itu juga dikatakan pula bahwa lewat kegiatan ini juga Universitas Pattimura dapat terlibat langsung dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah sampah bukan hanya di sungai tetapi juga di laut.

Lewat program dan MoU saat ini rektor berharap agar perilaku dan mindset dari masyarakat tentang sampah bisa diubah sehingga kita hidup dengan bersih dan mendapatkan sesuatu yang terbaik tetapi juga diharapkan kerjasama yang baik dari semua pihak agar permasalahan sampah di Kota Ambon dapat terselesaikan.
Rektor juga berharap lewat program ini masyarakat sadar akan permasalahan sampah di lingkan tempat tinggal. “Sebab kebijakan pemerintah tanpa partisipasi masyarakat akan berdampak negatif”, tegas rektor.
Dalam sambutannya Ms.Fransesca Alberti memberikan apresiasi atas pertemuan yang terjadi antara Clear Rivers dengan Universitas Pattimura. Fransisca Menjelasakan Clear Rivers adalah lembaga swadaya masyarakat yang juga bekerja dengan
universitas-universitas di Belanda sebagai mitra mereka. Clear Rivers konsen pada siklus pemanfaatan sampah plastik mulai dari sampai dan penangannya serta melakukan pendekatan pendidikan dan bekerjasama dengan universitas-universitas, untuk kemudian melihat masyarakat dan budayanya. Clear Revers juga melakukan observasi kondisi tiap teluk dan bermitra dengan semua pihak terkait untukk melihat peluang kerjasama.
Lanjutnya Clear Rivers berkeinginan untuk melanjutkan kerjasama dengan Univeritas Pattimura dan melakukan Perjanjian Kerjasama dengan beberapa program studi untuk melakukan riset tentang permasalahan sampah plastic yang terjadi di Ambon. Ms. Fransesca menjelaskan bahwa Clear Rivers pada bukan Oktober akan mendatangkan 3 alat penangkar sampah “Litter Traps” yang nantinya akan ditempatkan di muara sungai yang sesuai observasi terdapat banyak sampah. Dari 20 titik hasil observasi terdapat 3 titik penempatan alat tersebut, yakni pada muara sungai Batu Merah, Mardika dan Galala. Alat penangkar sampah diharapkan akan membantu agar penyebaran sampai dari sungai ke laut tidak meluas. Alat ini akan dipasang dan hanya membutuhkan energi angin atau arus.
“Alatnya cukup mahal dan alat ini harus bisa dikelola dengan baik, jadi bukan hanya berfokus pada alatnya sebagai tempat penangkar sampah tetapi lebih dari itu, kami ingin membangun kerjasama dengan Universitas Pattimura agar alat ini dapat digunakan sebagai stasiun penelitian dan berbagai riset-riset hasil kolabrasi antara para ilmuan Unpatti dengan Clear Rivers. Dan berharap ada keterlibatan mahasiswa untuk memahamisistim kerja alat ini dan bagiamana menggunkana alat ini sebagai riset dan mengajak mahasiswa untuk pengembangannya dengan kreatif dan inovatif”, ujar Fransesca.
Dari diskusi singkat yang dilakukan dalam pertemuan tersebut, yang menjadi titik penting adalah bagaimana perubahan mindset masyarakat tentang sampah plastik dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, bukan ke sungai atau ke laut. Karena sesungguhnya penangkar sampah “Litter Traps” hanya sebagai “Triger”, namun mindset masyarakat adalah kunci utama agar sungai dan laut terbebas dari sampah plastik.
Usai melakukan MoU, dilanjutkan dengan pemberian Cenderamata dari Universitas Pattimura kepada Clear Rivers, Ms. Francesca Alberti.
Sukses untuk kerjasama yang dibangun. Hotumese…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.